CHOOSE LANGUAGE:


English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Bismillah

Kamis, 19 September 2013

IBU KOTA PINDAH ??? SEMOGA BUKAN JONGGOL PILIHANNYA

Wacana pemindahan ibu kota sebenarnya sudah lama beredar, terutama setelah diberitakannya hasil penelitian para ahli lingkungan hidup tentang hasil penelitiannya mengenai struktur tanah di Jakarta (baca disini). Wacana ini makin ramai dibicarakan saat baru-baru ini digulirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Beberapa bulan yang lalu admin sendiri pernah mendengar beberapa orang ngobrol tentang hal ini. Dari obrolan mereka dikatakan bahwa Jonggol, Kabupaten Bogor dulunya pernah dilirik Pak Harto untuk dijadikan alternatif sebagai wilayah pemindahan ibu kota Republik Indonesia. Karena itulah disiapkan beberapa struktur, diantaranya Tol Jakarta - Bogor, Taman buah Mekarsari, dan pembangunan komplek-komplek perumahan anggota TNI dan POLRI

Admin pribadi gak tahu tentang kebenaran cerita itu, tapi sejujurnya admin kurang setuju kalau Jonggol dijadikan ibu kota. Biarlah Jonggol seperti saat ini, sejuk, hijau dedaunan yang indah, berkabut, penuh keramahan dan kekeluargaan. Tentunya itu semua akan berubah sedikit-sedikit jika sudah menjadi ibu kota. Pastinya Jonggol akan macet, panas, berkurangnya lahan hijau (yang banyak cuma gedung aja). Belum lagi premanisme dan wanita malam yang bergentayangan.

Tapiii ... ... ... Admin cuma rakyat jelata ^_^ bisa apa ??? Jadi tinggal pejabat berwenang yang menentukan. Dan inilah kata mereka.

Jawa Barat (Jabar) siap jika ditunjuk menjadi daerah ibu kota negara. Meski demikian, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tidak mau berkomentar banyak.
"Jabar hanya menyatakan kesiapan kalau ditunjuk. Tapi, daerah mana yang cocok jadi ibu kota, janganlah disebutin dulu," kata Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan, Selasa (10/9).

Menurut dia, memang banyak alternatif daerah di Jabar yang dapat dijadikan ibu kota. Namun begitu, belum ada daerah pasti yang disebutkan pria asal Sukabumi ini. "Janganlah disebut dulu, nanti mahal lagi tanahnya," kata dia seraya berkelakar.

Jabar dinilai layak jadi ibu kota negara karena provinsi yang berdekatan dengan pusat bisnis Jakarta. Karawang dan Sentul dari Jawa Barat (Jabar) serta Banten dari Tangerang disebut-sebut berpotensi dijadikan sebagai Ibu Kota Indonesia.

Pengalihan ibu kota ini menyeruak setelah SBY mengaku telah membentuk tim kecil untuk mengkaji wacana pemindahan ibu kota. Sikap ini pada masa ujung masa pemerintahannya itu dinilai beberapa pengamat sebagai bentuk pengalihan isu.

Mudah-mudahan sih Kang Aher ngasihnya Sentul aja ^_^ atau yang lainnya asal jangan Jonggol. Sekarang aja kalau jam kerja atau jam saat mau libur selalu maceeeettt ... ... ...

Minggu, 15 September 2013

ACHMAD RU'YAT ATAU BIMA ARYA UNTUK KOTA BOGOR ???

Setelah Kabupaten Bogor melaksanakan pemilihan Bupati Ahad kemarin, Sabtu 14 September giliran Kota Bogor melakukan pemilihan Wali Kota. Dua calon wali kota (Cawalkot) Bogor Achmad Ru'yat dan Bima Arya saling mengklaim telah memenangkan Pilkada Kota Bogor melalui hitung cepat versi masing-masing.

Hasil perhitungan cepat tim Ru'yat-Aim menyebutkan bahwa Pilwalkot 2013 berlangsung satu putaran dengan kemenangan pasangan nomor urut 3 yaitu Achmad Ruyat dan Aim Halim Hermana dengan perolehan suara sebesar 35,2 persen.

Diikuti oleh pasangan nomor urut dua Bima Arya–Usmar Hariman dengan perolehan suara 31,8 persen suara. Sedangkan pasangan nomor empat Dody Rosadi-Untung W Maryono memperoleh suara 15,4 persen. Pasangan nomor lima Syaiful Anwar-Muztahidin al-Ayubi  dengan 10,5 persen suara. Sementara Firman S Halim-Gartono meraih 7,1 persen suara.

Hitung cepat tim Ru'yat-Aim dilakukan dengan metode systematic random sampling dari 250 sampel TPS yang melibatkan 81.327 pemilih. Sampling error metode ini sebesar 0,3 persen.

Ketua Tim Sukses Ru’yat-Aim, Iwan Suryawan menyampaikan kemenangan kubunya merupakan kemenangan warga Bogor. Sebab, pilwalkot Bogor adalah agenda bersama masyarakat Bogor.

''Pilwalkot ini adalah agenda bersama masyarakat Kota Bogor. Pasangan Ru’yat-Aim yang diusung oleh PKS, PPP dan Hanura ini pun memang diusung untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat Bogor,'' kata Iwan.

Di tempat terpisah, tim Bima Arya mengumumkan keunggulannya dari empat cawalkot lainnya. Dari hitung cepat yang dilakukan timnya, pasangan calon nomor tiga Bima Arya-Usmar Hariman unggul di kecamatan Bogor Barat, Bogor dan Bogor Timur.

Hasil perhitungan cepat menggunakan metode multistage random sampling menunjukkan keunggulan Bima-Usmar dengan 35,0 persen suara.

Sementara pasangan nomor satu Firman-Gartono 6,2 persen. Pasangan nomor tiga Ru'yat-Aim dengan 33,1 persen. Pasangan nomor empat Dody-Untung 15,7 suara dan pasangan nomor lima Syaiful-Muztahisin dengan 10,1 persen.

''Saya berterima kasih kepada warga Bogor yang memilih perubahan. Hasil hitung cepat ini harus terus dikawal sampai keluar hasil dari KPUD,'' kata Bima.

Melihat hasil di atas 30 persen, Bima yakin pilwalkot Bogor hanya berlangsung satu putaran. Kendati ia masih menemukan sejumlah kejanggalan seperti data DPT, undangan C 6.

''Kami memiliki catatan-catatan untuk pilwalkot ini. Walau begitu, saya berterima kasih kepada warga Bogor sehingga proses ini berjalan aman dan damai,'' kata Bima.

Menanggapi hasil survei lain, ia dan tim terus mengantisipasi tafsiran hitung cepat dari lembaga berbeda itu. Ia sendiri terus mengumpulkan fakta jika nantinya menggugat atau digugat.

Ketua DPP PAN, Bara Hasibuan, mengatakan DPP PAN bangga dengan Bima. PAN sudah melihat peluang kuat Bima untuk menang. ''Keyakinan kami seauai hasil hitung cepat lembaga Charta Politica,'' kata Bara.
PAN memandang Pilwalkot Bogor penting karena Bogor merupakan kota strategis penyengga ibukota. Ia juga menilai Bima punya kapasitas.  ''Kami serukan semua pihak untuk menjaga proses ini dengan jujur dan profesional tanpa manipulasi,'' ujar Bara.

Melihat hasil quick count yang berbeda dari beberapa lembaga atau organisasi, ada kemungkinan pasangan Bima-Usmar (PAN) atau Ru'yat-Aim (PKS) adalah pemenang pemilihan wali kota Bogor 2013 dengan suara diatas 30%. Sementara pasangan dari PDIP Dody-Untung ada di urutan ketiga dengan perolehan suara 15%.

Minggu, 08 September 2013

PENGHARGAAN KE 113 GUBERNUR JAWA BARAT AHMAD HERYAWAN

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meraih Anugerah Pelopor Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) dalam puncak acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-18, di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (29/8/2013).

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta. Penghargaan itu merupakan yang ke-113 diterima Aher sejak kali pertama menjabat orang nomor satu di Jawa Barat, 2008.

Menurut Gusti, penghargaan itu layak diberikan kepada Aher karena ia dinilai salah satu gubernur yang proaktif dan memiliki prakarsa tinggi dalam mempelopori pelaksanaan penguatan SIDa di Jawa Barat.
“Ini bukti adanya respons dan sikap pro-aktif kepala daerah dalam mendukung kebijakan Pemerintah,” kata Gusti dalam dalam rilis yang diterima Okezone.

Penilaian atas penghargaan itu dilakukan tim gabungan dari Kemenristek dan Kemendagri. Penilaian meliputi keberpihakan gubernur dalam mewujudkan iptek yang mendorong daya saing daerah, sinergitas stakeholders iptek di daerah, serta prakarsa gubernur untuk mengembangkan tema-tema strategis di daerah.
“Penilaian juga dilakukan melalui fact finding dengan mengunjungi klaster yang diajukan Jawa Barat,” jelas Gusti.

Mendapat penghargaan ke-113, Aher bersyukur. Ia menyebut penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap Pemprov Jawa Barat dan pihak terkait lainnya.
“Sudah tentu penghargaan ini dipersembahkan bagi masyarakat Jawa Barat," ungkap Aher.

Sementara itu, dasar Pengembangan SIDa, yaitu Peraturan Bersama Menristek dan Mendagri Nomor 03/2012 dan Nomor 36/2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa). SIDa adalah keseluruhan proses dalam satu sistem untuk menumbuhkembangkan inovasi yang dilakukan antar institusi pemerintah, pemerintah daerah, lembaga kelitbangan, lembaga pendidikan, penunjang inovasi, dunia usaha, dan masyarakat di daerah.

Kepala Bappeda Jawa Barat, Deny Juanda Puradimaja, mengatakan keberpihakan dan sikap pro-aktif Aher dalam mewujudkan iptek mendorong daya saing daerah. Di antaranya pembangunan Jawa Barat berbasis iptek, seni, dan budaya, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2008-2013.

Sedangkan pembentukan Tim Koordinasi SIDa Provinsi Jawa Barat, kata Deny, menyusul dengan diterbitkannya Keputusan Gubernur Nomor 120/Kep.823-Bapeda/2013 tentang Tim Koordinasi SIDa Jawa Barat yang bertugas mengkoordinasikan penyelenggaraan SIDa di Jawa Barat, yang meliputi penataan, penguatan, dan pengembangan sistem inovasi daerah.


Mohon maaf ... ... ... saat ini Kang Aher sudah mendapatkan 116 penghargaan atas kepemimpinannya di Jawa Barat selama ini (sampai September 2013)