CHOOSE LANGUAGE:


English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Bismillah

Tampilkan postingan dengan label PELUANG USAHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PELUANG USAHA. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2014

TUKANG SOL SEPATU YANG IKHLAS

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah Sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan Condong Catur demi menyambung hidup. Mbah Sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah Sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”
 
Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah Sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.
Ketika mbah Sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
“Wah cepat sekali. Berapa pak?”
“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.
“Wah mas gak ada uang pas ya?”
“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”
“Maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”
“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”
“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”
“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”
=============================================================

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah Sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya Alloh akan dapat gantinya.”
Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat Ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.
“ya Alloh, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”
Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.
“Wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”
Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.
“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”
“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya alloh minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”
“Tapi ini terlalu banyak mas”
“Saya bayar sol sepatu cuma Rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”
=============================================================
Quote:
Alloh SWT punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hambanya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.
Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.

Sumber: Catatan FB dan http://agussas.wordpress.com

Senin, 13 September 2010

PELUANG USAHA MEMBUAT GULA JAWA

Dari pada Anda dipusingkan dengan berita mudik, HKBP Bekasi dan berita kriminal serta gosip artis lebih baik Anda mencoba sesuatu yang mungkin baru Anda lakukan. Siapa tahu bisa jadi sumber penghasilan tambahan, kan lumayan tuh...
Jika Anda suka
apalagi hobi makan manis-manis, artikel kali ini bisa membantu Anda untuk mengurangi pengeluaran Anda dalam memenuhi selera Anda tersebut. Dan mungkin juga bisa menjadi sumber penghasilan baru untuk Anda.

GULA JAWA, tentu sudah tidak asing lagi. Nah, kali ini saya akan berbagi tentang cara pembuatan gula jawa yang berasal dari Nenek Moyang Suku Jawa yang sudah terkenal berabad-abad lampau mengenai teknologi Jawa yang sudah melegenda turun-temurun sesuai Budaya Jawa yang Adi Luhung dan menganut Paham Tepo Seliro dan Unggah-Ungguh atau sopan santun dan beretika sosial, layaknya Keraton Jogjakarta dan Keraton Solo Jawa Tengah (bingung kan?!? ^ - ^..)

Caranya adalah:
Ambil bahan baku Gula Jawa dari Nira kelapa.
Cara membuat:
Kita siapkan tungku atau kompor dengan api yang tidak terlalu besar.
Letakkan Belanga (wajan besar) di atasnya.
Tuangkan Nira yang sudah bersih dan tersaring secara perlahan ke dalam belanga. Rebus air Nira ini sambil terus diaduk sampai air nira mendidih dan mengental. Bentuknya seperti bubur mendidih. Bubur gula Jawa siap untuk dituangkan ke dalam cetakan.

Setelah bubur gula di dalam cetakan, biarkan sesaat sampai bubur dingin dan mengeras.
Setelah bubur gula jawa dingin, keluarkan gula dari cetakannya.
Sekarang Gula Jawa siap untuk
dimanfaatkan baik untuk keperluan sendiri atau dipasarkan.

Gula Jawa ini dapat menggantikan gula kristal/ pasir dan dapat untuk rujak cingur Jawa Timur (Suroboyoan) dan berbagai makanan khas Jawa lainnya.

Peralatan yang digunakan:
- Belanga besar dan pengaduknya untuk memasak nira.
- Pengaduknya terbuat dari kayu dan berbentuk seperti dayung pada perahu.
- Kompor atau tungku untuk memasak gula
Jawa.
- Pisau atau parang yang tajam dan tidak berkarat untuk memotong/ mengiris tipis ujung manggar.

Untuk mendapatkan Nira kita dapat mengambil dari bunga kelapa yang disebut manggar kelapa yang masih kuncup.

Gimana...? Siap jadi JURAGAN GULA JAWA