CHOOSE LANGUAGE:


English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Bismillah

Tampilkan postingan dengan label JAWA BARAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAWA BARAT. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2014

I LOVE BOGOR

Mau cerita tentang sebuah kota yang terletak di pinggiran ibu kota DKI Jakarta. Cerita ini versi admin lhoh, jadi yang admin alami dan rasakan tentunya ada kemungkinan berbeda dengan pembaca blog ini. Kota kecil nan indah itu bernama BOGOR.

Sebelum cerita Bogor, admin ingin jauh kebelakang terlebih dahulu. Ketika admin masih SMP dan SMA dulu (sekarang SMU), saya sangat mengagumi masyarakat Jawa Barat dan Bandung khususnya. Jawa Barat dipenuhi keindahan alam, kreatifitas tinggi, berbagai seni budaya dan keramahan penduduknya yang penuh kekeluargaan. Tak heran jika Jawa Barat terutama Bandung dan sekitarnya dijadikan tempat untuk berlibur dan menenangkan pikiran sebagian warga setelah sehari-harinya beraktifitas di kota lain.

Saya sendiri melihat kreatifitas warga Jawa Barat, luar biasa. Wajar jika Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat kemudian dijuluki PARIS VAN JAVA. Bukan rahasia lagi jika Bandung dijadikan acuan utama untuk masalah pakaian. Dari sepatu Cibaduyut nya yang mendunia sampai kaos, celana atau jaket nya yang selalu up to date, selalu ada yang terbaru dari Bandung untuk ditiru.
Bidang seni??? Jangan ditanya, dari yang tradisional sampai yang modern, entah sudah berapa nama besar seniman Indonesia muncul dari Jawa Barat terutama Bandung.

Bagaimana dengan BOGOR ???
Saya mulai menikmati Bogor sejak tahun 1990-an, berawal dari kenal salah satu sahabat yang asli Bogor. saya sering berkunjung ke Bogor, melihat sendiri bagaimana indahnya Bogor. Dulu saya ke Bogor selalu naik kereta KRL dari stasiun Gambir, karena kebetulan saya waktu itu tinggal di Gambir.

Di Kota Bogor saya betul-betul merasakan kedamaian. Alamnya yang indah, warga yang ramah dan ... ... ... Kehidupan beragama yang sangat Islami ... ... ...
Semakin lama mengenal Bogor, semakin banyak yang saya suka. Hingga suatu ketika saya berdoa di sebuah Masjid di Bogor. "Ya Alloh, Semoga ada takdir untuk ku buat punya rumah di Bogor. Semoga mama kuat beli rumah di Bogor ...". Dan Alhamdulillah sejak tahun 2011 adik saya membeli rumah di Bogor sehingga kami sekeluarga akhirnya memiliki rumah di Bogor seperti yang saya harapkan dulu.

Sampai sekarang banyak kejadian yang menyentuh di Bogor, misalnya tentang 2 harokah Islam. Di Jakarta mereka terlibat "Perang Dingin" terasa bersaing saling menjatuhkan. Tapi di Bogor??? Mereka duduk bersama, bergerak bersama. Saya melihat beberapa kali mereka saling bekerja sama. Misalnya ada Munasharah Palestina di Jakarta. Mereka kadang berangkat bersama, carter bis bersama, sama sekali tidak ada sekat "Beda Harokah".

Di tempat admin sendiri sangat luar biasa walaupun disini sebagian besarnya bukan asli Bogor, dari berbagai suku dan agama. Tapi Majelis Ilmu dan Majelis Dzikir tumbuh subur. Di sini, peringatan tahun baru Islam 1 Muharrram tidak cuma 1-2 hari, tapi sebulan full. Tempat-tempat umum dipenuhi suasana ke-Islaman selama sebulan, kalau masjid sih jangan ditanya lagi. SMP negeri dekat rumah, siswinya 95% berjilbab (mungkin sebagian kecilnya non Muslim). Dan luar biasanya ini SETIAP HARI, bukan hanya hari Jum'at saja. Apalagi sebuah sekolah Islam yang memang dekat dari rumah juga.

Antar harokah juga sangat terasa ukhuwah-nya. Saya pernah ngobrol dengan seorang sahabat yang aktif juga di MK, dia adalah instruktur Senam Nusantara yang rutin diadakan setiap Ahad pagi dekat rumah. Dia bilang, "Senam kita bukan cuma kita aja, ada dari lainnya. instrukturnya aja salah satunya orang Majelis Mujahidin" ... MANTAP ^_^ . Disini juga banyak habaib bertempat tinggal, bahkan pas waktu baru beberapa hari disini, ada Tabligh dan Dzikir bersama Majelis Rasulullah dan alm. Habaib Munzir di lapangan Citra Indah.

Saya sendiri sering bertemu dengan rombongan akhwat ber-niqab, bahkan beberapa kali melihat berboncengan atau mengobrol dengan Muslimah yang hanya berjilbab biasa ... Ukhuwah yang sangat indah.

Tentang kepedulian sesama saudara Muslim??? Entah sudah berapa kali para jamaah memanjatkan do'a buat saudara-saudara kita di Palestina misalnya. Bahkan tabligh akbar pun di isi dengan pengumpulan dana untuk dikirimkan kepada saudara kita di Palestina.

Hhmmm ... ... ... Terlalu panjang jika harus ditulis tentang indahnya Bogor ... ... ...

Jumat, 04 Juli 2014

SOPIR ANGKOT BOGOR BERHATI MULIA

Kisah Nyata Kebesaran Hati Supir Angkot di Bogor... Bener-Bener Bikin TERHARU nih.
Masih banyak orang baik, cerita ini saya dapatkan waktu saya iseng bareng teman saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranang siang, kota Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda, didalam angkot duduk 7 orang penumpang, termasuk kami. 

Masih ada 5 kursi yang belum terisi, seperti biasa di tengah jalan, angkot-angkot saling menyalip untuk berebut penumpang. Namun ada pemandangan aneh, didepan angkot yang kami tumpangi ada seorang ibu dengan 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Setiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali. 

Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “ Tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjawab “Gak pa-pa bu, naik saja”, ketika si ibu tampak ragu, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak pa-pa ..” 

Saya terpesona dengan kebaikan Supir angkot yang masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya. 

Ketika sampai di terminal bis, 4 orang penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang 20 ribu rupiah. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya 4 ribu). Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya serta 4 orang penumpang gratisan tadi. 

“Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu... 

Sore itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil yang saya lihat. Seorang Ibu miskin yang jujur, seorang Supir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan. Andai separuh saja Bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita. Teruslah berbuat baik, sekecil apapun ketulusan yang kita perbuat tentunya sangat berarti bagi orang lain !!! Yakinlah janji Alloh SWT pasti adanya ...

Sumber: Catatan hidup sahabat di Facebook

Sabtu, 30 November 2013

AHMAD HERYAWAN DAPAT PENGHARGAAN LAGI

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meraih Penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara (APN) 2013. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI Budhiono dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Istana Wakil Presiden Jln. Kebon Sirih Jakarta Pusat, Jumat pagi (29/11/2013).

Dalam keterangan persnya, penghargaan yang diterima Aher untuk yang kedua kalinya ini adalah kategori Pembina Ketahanan Pangan. Penghargaan APN tahun 2013 diberikan kepada 90 penerima penghargaan. Dibagi dalam 5 kategori yaitu, 1. Pembina ketahanan Pangan sebanyak 25 penerima ( 6 Gubernur, 9 Bupati/Walikota, 10 kepala desa), 2. pelopor ketahanan pangan sebanyak 4 penerima, 3.pelayanan ketahanan pangan sebanyak 13 penerima, 4. pelaku pembangunan ketahanan pangan sebanyak 44 penerima, dan 5. pemangku ketahanan pangan 4 penerima.

Para penerima penghargaan lainnya yang berasal dari Jawa Barat adalah: kategori Pembina Ketahanan Pangan Bupati/walikota yaitu Nur Mahmudi Isma'il Walikota Depok. Sedangkan Kategori Pembina Ketahanan Pangan Kepala Desa yaitu Sutowo Kades Talaga Kec. Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Selanjutnya Kategori Pelayanan Ketahanan Pangan Peneliti yaitu Prof.Dr. Ir. Nur Richana M.Si. (Peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor). Kategori pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan, Pengembangan Produksi yaitu kelompok Medal Saluyu, kp. Cisalak, Desa Karoya Kec. Tegalbaru Kab. Purwakarta. Kategori Pemberdayaan Masyarakat, yaitu Gapoktan Kompa, Desa Margahayu, Kec. Manonjaya Kab. Tasikmalaya. Pengembangan industri dan Perakit Teknologi pangan yaitu Kelompok usaha "Serba Susu" Lembang Kabupaten Bandung. (PRLM)

Kamis, 21 November 2013

POLWAN BOLEH BERJILBAB, "ALHAMDULILLAH" UCAP POLWAN POLRESTA BOGOR INI

Para polisi wanita beragama Islam, bersyukur diizinkan mengenakan jilbab. Salah satunya anggota Kepolisian Resor Kota Bogor, AKP Yuni Astuti.

Yuni menyambut baik pernyataan Kapolri Jenderal Pol Sutarman yang mengizinkan polwan menutup auratnya. "Alhamdulillah, saya bersyukur atas hal itu," kata Kasubag Sarana Prasarana itu.

Ia memutuskan berjilbab sepulangnya menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu. Jilbab yang dikenakannya pun merupakan jilbab yang digunakan Polwan yang bertugas di Daerah Istimewa Aceh. Jilbab itu berwarna cokelat tua dengan lambang polwan Esthi Bhakti Warapsari.

Yuni mengaku mendapatkan jilbab itu dari rekan sesama polwan. "Saya diberi dua jilbab polwan Aceh ini oleh seorang rekan sesama polwan. Dia memesan langsung dari Aceh," ujar AKP Yuni.

Minggu, 17 November 2013

REPUBLIKA AKHIRNYA MINTA MAAF

Setelah menuai protes dari pembaca dan pihak Gubernur Ahmad Heryawan, Surat Kabar harian Republika akhirnya memohon maaf atas kesalahan pemberitaan dalam edisi Sabtu 16 November 2013, harian Republika menuliskan bahwa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri peringatan Asyura di aula Al-Muthahari, Jalan Kiaracondong, Bandung. Faktanya, Ahmad Heryawan tidak pernah menghadiri acara tersebut.

Berikut redaksi resmi pernyataan maaf harian Republika edisi Ahad 17 November 2013.

Terdapat kesalahan fatal dalam berita berjudul Peringatan Asyura Berjatan Aman yang dimuat di Harian Republika edisi Sabtu, 16 November 2013. Dalam berita itu disebutkan bahwa Guberriur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri peringatan Asyura di aula Al-Muthahari, Jalan Kiaracondong, Bandung. Faktanya, Ahmad Heryawan tidak pernah menghadiri acara tersebut.

Dengan ini kami meralat berita tersebut dan menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar. Bantahan atas berita itu juga dimuat dalam Harian Republika edisi Ahad, 17 November 2013.

Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada pembaca dan khususnya kepada Bapak Ahmad Heryawan atas kesalahan tersebut. Kami pun akan mengambil langkah-langkan internal agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.


http://24.media.tumblr.com/1ab44b5276a8a58f547dd22a7e2896cd/tumblr_mwe909WcUU1sotqqho1_1280.jpg

Dengan keluarnya pernyataan maaf ini, sebagian publik pembaca republika berharap bahwa Republika harus lebih profesional dalam menyajikan pemberitaan dan menjaga kredibilitasnya dalam memberitakan fakta kejadian.

Sebagaimana terlampir dalam comment box Facebook Islamedia, sebagian pembaca Republika mengaku kecewa dan mencurigai akan adanya oknum beraliran syiah ditubuh Republika. Mengingat salah satu ajaran syiah adalah dibolehkan untuk melakukan kebohongan demi mencapai sebuah tujuan.

Lebih lanjut, para pembaca Islamedia juga sebagian besar berharap agar Oknum syiah di jajaran redaksi Republika untuk dibersihkan, karena sangat membahayakan tatanan kehidupan ke Islaman di Indonesia.[ismed]

Selasa, 22 Oktober 2013

GUBERNUR JAWA BARAT AHMAD HERYAWAN DAN PROGRAM PERBAIKAN RUMAH

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengukuhkan pelaksanaan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni 2013. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memantapkan realisasi dan kualitas program perbaikan kediaman warga miskin menjadi rumah tinggal layak huni. Upaya memantapkan pelaksanaan program perbaikan rumah warga miskin itu digelar di Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jabar, Senin (8/10/2013). Gubernur Heryawan bersama beberapa bupati dan wakil bupati se-Jabar meninjau rumah tidak layak yang sudah direnovasi di Desa Tanjung Tiga.
 
Perbaikan rumah tidak layak huni di Desa Tanjung Tiga menjadi proyek percontohan bagi program serupa di Jabar. Sebanyak 280 unit rumah warga setempat dibedah melalui program pemerintah provinsi (pemprov). Biaya perbaikan rata-rata per unit Rp10 juta. Sebagai percontohan, 280 kepala keluarga (KK) yang tersasar program juga memperoleh bentuk pemberdayaan lain. Antara lain, program kesehatan dan pendidikan, serta perbaikan infrastruktur jalan.

"Ke-280 KK yang tersentuhan di Desa Tanjung Tiga juga memperoleh bantuan bidang kesehatan dan pendidikan. Tentu tidak cukup rumah direnovasi, tanpa lingkungannya dilengkapi sarana kesehatan. Begitu pula anak-anak mereka butuh pendidikan," papar Heryawan, seraya menambahkan perlakuan serupa akan diterapkan di lokasi lain secara bertahap.

Gubernur Heryawan menambahkan, program bedah rumah warga miskin di Jabar pada 2012 menyentuh 7.500 KK. Pada 2013, program menyasar 10 ribu unit, belum termasuk tambahan 22 ribu unit yang dibiayai pemerintah pusat. Untuk mencapai target perbaikan 100 ribu unit rumah warga miskin selama masa jabatan kedua Ahmad Heryawan (2013-2018), Pemprov Jabar menarget renovasi 20 ribu rumah warga miskin pada 2014. "Semoga pemerintah pusat juga menaikkan tagetnya di Jabar, begitu pula pemerintah kabupaten/kota," tutur Gubernur yang biasa disapa Aher.

Saat meninjau salah satu rumah yang sudah direnovasi di Dusun Sukawera, Heryawan berdialog akrab dengan pasangan pemilik rumah; Kusin (84 tahun) dan Taskem (76 tahun). Seraya memeluk kedua renta sebatang kara ini, Aher mendengar ungkapan perasaan warganya itu. Taskem bercerita, sepanjang usianya, ia dan suami tinggal di gubuk beralaskan tanah. Bila hujan turun, tirisan deras air akibat atap bocor membuat lantai rumah becek. "Sekarang tidak lagi. Atap sudah bagus, lantai juga bagus. Terimakasih sudah dibantu," tukas Kusin. Pada kesempatan kunjungan tersebut, Gubernur Heryawan menyempatkan diri mengecat beberapa bagian rumah Kusin-Taskem yang belum dirapikan.